Senin, 20 April 2020

Pingsan dan Kejang Dalam Olahraga


Mata Kuliah : Pencegahan Perawatan Cedera(PPC)

Pingsan dan Kejang Dalam Olahraga


A.    Pengertian Pingsan dan Penyebab Pingsan

Pingsan atau sinkop adalah suatu kondisi kehilangan kesadaran yang mendadak, dan biasanya sementara, yang disebabkan oleh kurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Gejala pertama yang dirasakan oleh seseorang sebelum pingsan adalah rasa pusing, berkurangnya penglihatan, tinitus, dan rasa panas. Selanjutnya, penglihatan orang tersebut akan menjadi gelap dan ia akan jatuh atau terkulai. Jika orang tersebut tidak dapat berganti posisi menjadi hampir horizontal, ia dapat mati karena efek trauma suspensi, Wikipedia.
Pingsan juga dapat disebut Syncope. Berbeda dengan shock, denyut nadi bisa menjadi lebih lambat, meskipun akan segera meningkat kembali. Dan, Korban biasanya akan segera pulih kembali.
Menurut saya pingsan bisa merupakan reaksi terhadap nyeri dan ketakutan, atau karena sangat marah, sangat lelah dan kurang makan tetapi lebih sering disebabkan aktifitas fisik sudah lama berkurang. Darah pun jadinya terkumpul di bagian bawah tubuh sehingga hanya sedikit yang sampai ke otak.
 

1.      Penyebab Pingsan:
Adapun beberapa penyebab pingsan menurut, Drs.Adun Sudijandoko,M.Kes. 1998/2000 :
ü  Lena: Menurut saya lena yaitu, sirkulasi darah di otak berkurang
Ciri – cirinya:
Pucat, keluar keringat dingin, kurang respon apabila diajak bicara, mata berkunang – kunang, telinga berdenging, agak pusing.
Penyebab lena: Belum makan, kepanasan, kedinginan, kondisi drop.


ü  Shock
Shock diakibatkan oleh keluar banyak darah.
Cara penanganannya :
tidur terlentang dengan posisi kaki ditinggikan (diberi 2 bantal), diselimuti, diberi minuman kopi hangat (sedikit).








  Mati Suri: 

     Mati dibedakan menjadi 2, yaitu mati klisnis dan mati biologis. Yang dimaksud mati suri ialah mati klinis, mati sebelum mati biologis. Jarak antara mati klinis dan mati biologis adalah 3 jam. Namun, sebagai anggota PMR tidak boleh memvonis bahwa seseiring telah mati biologis. Hanya dokter yang boleh memvonisnya.
Ciri – ciri mati suri :
muncul warna biru pada punggung, ujung jari berwarna biru (kecuali untuk korban keracunan kalium sianida ujung jari akan berwarna merah muda), setelah 3 jam akan muncul bau tidak enak.


ü  Hipotermia: 
Kekurangan cairan pada tubuh. Seringkali kita tidak merasakan apabila terkena hipotermia, hanya saja mungkin kita merasa lelah apabila telah melakukan banyak aktifitas diluar. Hal yang sebaiknya dilakukan adalah banyak minum air putih, namun apabila dirasa masih sangat lelah, bisa juga menganti cairan itu dengan minuman-minuman pengganti ion tubuh. Dan minum-minuman yang hangat agar tubuh tahan kuat dari kedinginan atau gemetaran.






2.      Tanda – Tanda Pingsan
Tanda-tanda pingsan Menurut Hidayat Toto 1997 :
a.       Penderita tidak menyahut bila dipanggil / ditanyai dan tidak bereaksi terhadap rangsangan (dicubit / ditusuk)
b.      Penderita terbaring tidak bergerak
c.       Nafas ada, denyut nadi teraba

Secara umum pertolongannya adalah sebagai berikut :
·         Periksa saluran pernafasan, apakah salurannya ada yang menghalangi (lidah yang terdorong ke belakang, dll). Bagaimana pernafasannya apakah teratur atau tidak, jika tidak teratur berarti memang harus diberi pertolongan oleh dokter.
·         Pindahkan ke tempat yang lebih sejuk, tidak panas. Hati – hati dalam memindahkan pasien. Jika ada cedera kepala / leher, maka proses pemindahan pasien bukan menjadi pilihan tindakan kita.
·         Baringkan pasien dengan kaki sedikit lebih tinggi dari pada kepalanya. Hal ini dimaksudkan agar aliran darah ke bagian lebih lancar. Jika dalam aksi, bisa digunakan tas, dll untuk mengganjal posisi kaki. Kepala pasien juga diberi sesuatu yang berfungsi sebagai bantal.
·         Jangan mengerumuni pasien karena akan menghalangi aliran udara dan akan membuat pasien susah untuk sadar.
·         Jika sudah sadar, dan nafas sudah teratur bisa diberikan permen, preparat glukosa, atau teh manis.
·         Amati keadaan umum pasien, jika perlu pertolongan lebih, segera bawa ke dokter atau rumah sakit.


3.      Macam – Macam Pingsan dan Pertolongannya

a.      Pingsan Biasa (simple fainting)

Pingsan jenis ini biasanya dijumpai pada orang – orang yang berdiri berbaris di terik matahari, atau orang – orang yang pergi tanpa makan pagi terlebih dahulu, atau pada orang – orang tua yang berdiri sesudah berbaring lama di tempat tidur. Orang yang cenderung untuk pingsan macam inilah orang yang anemia (kurang darah), lelah, takut, atau tidak tahan melihat darah.


b.      Pingsan Karena Panas (Heat Exhaustion)

Pingsan jenis ini terjadi pada orang – orang sehat yang bekerja di tempat – tempat yang sangat panas. Biasanya penderita mula – mula merasa jantung berdebar – debar, mual, muntah, sakit kepala dan pingsan. Keringat yang bercucuran pada orang pingsan di udara yang sangat panas merupakan gejala petunjuk adanya pingsan jenis ini.


c.       Pingsan Karena Sengatan Terik (Heat Stroke)

Pingsan jenis ini merupakan keadaan yang lebih parah dar iheat exhaustion. Sengatan panas terjadi karena bekerja di udara panas dalam jangka waktu yang lama, sehingga kelenjar keringat menjadi lemah dan tidak mampu mengeluarkan keringat lagi. Akibatnya panas yang mengenai tubuh tidak ditahan oleh adanya penguapan keringat.
Gejala sengatan panas biasanya didahului oleh keringat yang mendadak menghilang. Penderita kemudian merasa udara di sekitarnya seolah – olah mendadak menjadi sangat panas. Selain itu ia merasa lemah, sakit kepala, tidak dapat berjalan tegap dan tetap, mengigau dan pingsan. Keringatnya tidak keluar lagi sehingga kulit menjadi kering. Suhu badan meningkat sampai 40-41 derajat celcius. Mukanya memerah dan pernafasannya cepat.


d.      Pingsan pada penderita Diabetes

Penderita penyakit diabetes dapat pingsan karena :
-          Penggunaan insulin yang berlebihan
-          Kadar zat keton dalam darah sangat tinggi.

Oleh karena itu sebaiknya para penderita diabetes selalu membawa keterangan diri yang menyatakan bahwa ia menderita penyakit itu. Dan apabila ia mendapat suntikan insulin, perlu pula disebutkan dosis dan jenis insulin yang diberikan. Sehingga apabila pingsan di jalan, para penolong dapat segera menduga sebabnya.


e.       Kelebihan Zat Keton





f.       Kelebihan insulin
Nampak lemah, lembab dan pucat. Tidak haus dan sangat lapar. Biasanya nafas tidak bau aseton, pernafasannya biasa saja.


g.      Pingsan Karena Keracunan
Tindakan – tindakan pokok yang penting adalah :
-          Cari racun yang telah mengenainya, misalnya dari botol bekasnya atau sisa yang masih ada. Pertolongan selanjutnya akan bergantung pada jenis racun yang mengenai
-          Bersihkan saluran nafas penderita dari kotoran, lendir atau muntahan
-          Jangan memberikan pernafasan buatan dengan cara mulut ke mulut. Apabila pernafasan buatan diperlukan, berikan dengan cara lainnya.
-          Apabila racun tidak dapat dikenali, sementara berikan norit (larutan arang batok kelapa di dalam air), putih telur dan air sebanyak – banyaknya untuk melunakkan racun.




h.      Pingsan Karena Mabuk Minuman Keras
Tindakan pertolongan:
Usahakan agar muntah supaya keluar racun yang didalam tubuh dan dapat melegakan. bilaskan lambung dengan larutan soda kue (1 sendok teh dalam segelas air), setiap satu jam. Kopi pekat diminumka, Pernafasan buatan dan selimuti tubuh penderita.


i.        Pingsan Karena Perdarahan Otak
Pingsan jenis ini biasanya terjadi pada penderita tekanan darah tinggi. Gejalanya datang secara mendadak. Penderita merasa sakit kepala, mual, kadang – kadang muntah dan pingsan. Setelah sadar ia akan mengalami gangguan pada beberapa bagian tubuhnya. Misalnya : sulit berbicara, kelumpuhan separuh bagian badan.


j.        Pingsan Karena Kesedihan
Kesedihan yang mendalam dapat mengakibatkan orang yang labil emosinya menjadi pingsan. seperti pingsan biasa, kalau perlu beri obat penenang.


k.      Pingsan Karena Cedera Kepala
Biasanya cedera dikepala sering terjadi saat sedang melakukan aktivitas yang dapat menyebabkan terbenturnya pada kepala , seperti sedang bermain sepak bola itu akan menyebabkan suatu cedera dikepala.

l.        Pingsan Karena Tidak Tahan Terhadap Obat Suntik
Biasanya yang tidak tahan dengan obat suntik itu akan menyebabkan pingsan karena terlalu banyak mengonsumsi suntikan didalam tubuh.


m.    Pingsan Karena Kesakitan
Apabila tidak ada tanda – tanda terjadi shock, ditolong seperti pada pingsan biasa. Untuk mengurangi rasa sakit, kalau perlu dapat diberi obat pelawan sakit.


n.      Pingsan Karena Perdarahan
Orang dapat pingsan setelah mengalami perdarahan. Karena ia tidak tahan melihat darah, atau karena terjadi shock. Apabila tidak ada tanda shock, dapat ditolong dengan tindakan pada pingsan biasa. Jangan lupa untuk menghentikan perdarahannya.


B.     Kejang

B.      Pengertian Kejang
Kejang adalah kondisi di mana otot-otot tubuh berkontraksi secara tidak terkendali. Seluruh gerakan kita dikendalikan oleh otak yang mengirim sinyal-sinyal listrik melalui saraf ke otot. Jika sinyal dari otak mengalami gangguan atau terjadi keabnormalan, otot-otot tubuh akan berkontraksi dan bergerak tanpa terkendali. Itulah yang terjadi saat tubuh mengalami kejang.

Tiap orang mengalami gejala kejang yang berbeda-beda. Perbedaan ini umumnya tergantung pada bagian otak yang mengalami gangguan. Beberapa gejala yang dapat muncul secara tiba-tiba meliputi:
-          Kehilangan kesadaran untuk sesaat dan merasa bingung ketika sadar karena tidak ingat apa yang terjadi.
-          Perubahan gerakan bola mata.
-          Mengeluarkan air liur atau mulut berbusa.
-           Perubahan suasana hati, misalnya mendadak marah atau panik.
-          Gemetaran di seluruh tubuh.
-          Tiba-tiba jatuh.
1.      Faktor-faktor Pemicu Kejang
Penyebab utama kejang adalah adanya gangguan pada aktivitas sinyal listrik dalam otak. Pemicu di balik keabnormalan tersebut meliputi:
·         Cidera kepala, contohnya akibat kecelakaan.
·         Pengaruh kondisi kesehatan tertentu, seperti demam (terutama pada anak-anak), gula darah yang rendahmenigitis, atau stroke.
·         Efek samping obat-obatan, misalnya tramadol atau baclofen.
·         Pola hidup yang buruk, contohnya terlalu banyak mengonsumsi minuman keras atau obat-obatan terlarang. Gejala putus obat atau alkohol dapat memicu kejang.
·         Racun akibat gigitan hewan, misalnya ular.

Meski demikian, ada juga kejang yang terjadi tanpa akibat yang jelas. Kondisi ini disebut kejang idiopatik dan dapat terjadi pada semua umur. Tetapi umumnya dialami oleh anak-anak dan remaja.

2.      Diagnosis dan Penanganan Kejang
Proses diagnosis pada pengidap kejang berfungsi untuk menghapus kemungkinan penyakit lain yang berpotensi menjadi pemicu. Beberapa jenis pemeriksaan mendetail yang dianjurkan biasanya meliputi tes darah, CT atau MRI scan, elektro ensefalografi (EEG), serta pungsi lumbal (spinal tap).
Hampir semua penderita kejang akan sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan khusus. Tetapi selama mengalami reaksi otot yang tidak terkendali, penderita mungkin saja dapat terluka.
Tujuan utama penanganan kejang adalah untuk mencegah cidera pada penderitanya. 
 
3.      Kejang dan Epilepsi
Anak-anak maupun orang dewasa yang pernah mengalami kejang dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Langkah ini diambil untuk mendiagnosis kemungkinan epilepsi. Dengan demikian, pengobatan sedini mungkin bisa dilakukan jika positif terdiagnosis epilepsi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar