Jenis
Cidera Sedang
Mata
Kuliah : Pencegahan Perawatan Cidera (PPC)
Olahraga
adalah kegiatan yang menyenangkan sekaligus menyehatkan. Tubuh Anda bergerak
secara aktif dan pikiran pun jadi lebih segar. Olahraga memang menuntut Anda
untuk menggerakkan tubuh dengan konsentrasi dan koordinasi yang baik agar
hasilnya pun maksimal. Jika Anda kehilangan fokus sedikit saja ketika
berolahraga, akibatnya bisa bermacam-macam mulai dari cedera ringan hingga
serius. Untuk menghindari cedera olahraga, Anda harus menyiapkan diri dan
melakukan pemanasan dengan benar. Anda juga sebaiknya menjaga konsentrasi agar
tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Supaya Anda bisa lebih berhati-hati,
simak jenis cedera yang paling sering
terjadi saat berolahraga berikut ini.
1.
Cedera otot pergelangan kaki
Anda mungkin
pernah atau bahkan sering mengalami cedera yang satu ini. Pergelangan kaki yang
terkilir atau cedera adalah salah satu kejadian yang paling banyak ditemui
dalam olahraga. Biasanya hal ini disebabkan oleh peregangan berlebihan atau
robekan pada urat (pita jaringan yang menghubungkan satu tulang dengan tulang
lainnya), tendon (jaringan yang menghubungkan otot dengan tulang), atau otot.
Pergelangan kaki sering mengalami cedera karena inilah tempat tiga tulang
bertemu. Biasanya ketika sedang berlari atau berjalan pada permukaan yang tidak
rata, pergelangan kaki lebih rawan terkilir.
Ketika
pergelangan kaki terkilir, istirahatkan dulu kaki Anda dan jangan dipakai
berjalan atau berdiri. Anda bisa mengompresnya dengan es untuk mengurangi
pembengkakan dan mengurangi rasa sakit. Supaya lebih cepat pulih, angkat
pergelangan kaki sampai sejajar dengan jantung. Lakukanlah sambil duduk dan
bersandar.
2.
Cedera tulang kering
Cederaini
ditandai dengan rasa nyeri pada betis dan tulang kering bagian atas. Cedera
tulang kering atau shin splints terjadi karena peradangan pada otot dan bisa
terjadi pada siapa pun. Umumnya cedera tulang kering terjadi saat Anda berlari
atau melompat. Penyebab yang paling sering ditemui adalah ketika Anda
meningkatkan intensitas aktivitas fisik secara tiba-tiba. Misalnya mempercepat
laju jogging. Penyebab lainnya adalah berolahraga dengan sepatu yang tidak
nyaman dan berlari sambil menanjak atau menurun jalanan aspal yang keras.
Untuk
meredakan nyeri, kompres betis dan tulang kering dengan es dan biarkan selama
beberapa menit. Jika rasa sakit tak kunjung mereda, Anda boleh minum obat
pereda nyeri dan peradangan seperti ibuprofen atau aspirin. Apabila sampai
berhari-hari cedera Anda belum membaik, sebaiknya periksakan dengan tenaga kesehatan.
3. Nyeri pinggang
Nyeri pinggang
atau cedera punggung bawah banyak dialami oleh Anda yang mengangkat beban,
bersepeda, atau bermain golf, tenis, dan bisbol. Biasanya rasa nyeri akan
muncul di bagian pinggang atau punggung bawah. Nyeri ini bisa disebabkan oleh
banyak hal seperti saraf terjepit, tendon atau otot sobek, dan herniated disk.
Ini adalah tanda bahwa olahraga yang sedang Anda jalani sudah terlalu berat
bagi tubuh dan Anda membutuhkan istirahat.
Anda bisa
mengobati sendiri nyeri pinggang ini dengan cara beristirahat dan memberikan
kompres es. Hindari dulu gerakan-gerakan seperti membungkuk atau mengangkat
beban yang berat. Jika rasa nyeri sudah mulai reda, Anda bisa melakukan
peregangan ringan.
4.
Cedera bahu
Pada bahu Anda
terdapat empat otot besar yang bertugas untuk menopang dan menjaga sendi-sendi
bahu. Maka, bahu adalah bagian yang rawan cedera apabila Anda melakukan
olahraga seperti berenang, push up, bulutangkis, atau bisbol di mana sendi bahu
menjadi tumpuan pergerakan lengan Anda. Pergerakan sendi bahu yang
berulang-ulang secara intens akan menyebabkan otot-otot bahu kelelahan dan
membengkak atau sobek.
Ketika Anda
mengalami cedera ini, hentikan pergerakan pada lengan dan bahu Anda. Untuk
meredakan nyeri, kompres bagian bahu yang terasa sakit dengan es dan diamkan
selama 15 sampai 20 menit. Kalau rasa sakit sudah berkurang dalam waktu
beberapa hari, kompres dengan kain panas atau oleskan salep panas untuk
melemaskan otot-otot yang kaku dan nyeri.
5.
Kram otot
Cedera kram
otot juga sangat sering terjadi, terutama jika anda langsung berolahraga secara
intens tanpa melakukan pemanasan dan peregangan otot yang tuntas. Kram otot
bisa terjadi di bagian tubuh mana pun, tetapi biasanya saat berolahraga kram
akan muncul pada kaki. Ketika kram menyerang, otot Anda mengalami kontraksi
tiba-tiba sehingga Anda akan merasakan nyeri dan bagian tubuh yang diserang
kram akan sulit digerakkan selama beberapa detik atau menit. Kram otot bisa
mengancam nyawa jika terjadi saat berenang karena Anda berisiko tenggelam.
Saat kram
menyerang, usahakan untuk tetap tenang dan jangan panik. Lakukan peregangan
ringan pada bagian yang kram dan pijat dengan lembut sambil terus Anda
gerak-gerakkan. Setelah kram hilang, jangan langsung melanjutkan olahraga. Biarkan
otot-otot Anda beristirahat dulu.
6.
Cedera lutut
Cedera lutut
sering terjadi pada atlet lari, sepak bola, basket, voli, dan olahraga cabang
atletik yang banyak bertumpu pada lutut.
Biasanya ditandai dengan rasa nyeri pada tempurung lutut yang disertai
dengan bunyi seperti retakan atau patahan. Cedera lutut bisa terjadi karena
kecelakaan seperti jatuh dan terbentur atau karena gerakan yang tidak lazim dan
terlalu lama melakukan gerakan dengan lutut sebagai tumpuan. Pada beberapa
kasus, sendi pada lutut mengalami pergeseran sehingga menyebabkan rasa sakit yang
luar biasa.
Cara
menyembuhkan cedera lutut butuh perawatan yang intens. Anda sebaiknya
beristirahat total agar lebih cepat pulih. Posisikan lutut agar selalu
terangkat, misalnya dengan mengganjal pakai bantal tinggi saat Anda berbaring.
Untuk membantu mengurangi rasa sakit, kompres dengan es. Namun, jika cedera
Anda tidak membaik setelah perawatan berhari-hari, konsultasikan pada tenaga
kesehatan profesional.
7.
Cedera bahu
Bagi
Untuk
mengurangi rasa sakit, kompres siku dan bagian yang sakit dengan es selama 20
sampai 30 menit setiap empat jam sampai nyeri mereda. Anda juga bisa minum obat
pereda nyeri dan peradangan untuk mempercepat penyembuhan.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar