Senin, 13 April 2020

Klasifikasi Cedera dalam Olahraga


Mata Kuliah : Pencegahan Perawatan Cedera(PPC)

Klasifikasi Cedera dalam Olahraga
Secara umum cedera olahraga diklasifikasikan menjadi 4 macam, yaitu :
Cedera tingkat 1 (cedera ringan)
     Pada cedera ini penderita tidak mengalami keluhan yang serius, namun dapat mengganggu penampilan atlet. Misalnya: Luka, Lepuh, lecet, memar(kontusio), Lebam(hematoma), Kram, sprain yang ringan.


Luka 
1. Taylor (1997) : Luka adalah suatu gangguan dari kondisi normal pada kulit.  Menurut saya, luka adalah kerusakan sistem kulit yang terjadi akibat pergeseran dengan benda keras yang menyebabkan lukanya permukaan kulit.
2. Menurut  Kozier ( 1995) : luka adalah kerusakan kontinyuitas kulit, mukosa membran dan tulang atau organ tubuh lain.
3. Luka adalah sesuatu kerusakan pada struktur atau fungsi tubuh yang dikarenakan suatu paksaan atau tekanan fisik maupun kimiawi (wikipedia)







Lepuh
Menurut saya : Lepuh (gembung air) adalah Kerusakan yang terjadi pada sistem kulit yang berupa kantong kecil, yang terjadi karena pergesekan dengan benda keras / terkena panas yang berlebihan.

  • 1.Menurut Billings and Stokes (1999) : dalam bukunya Medical Surgical Nursing, menyatakan bahwa : “ Burns are injuries caused by thermal (liquid or flame), chemical, or electrical agents”. Pengertian luka bakar(lepuh) adalah lukayang disebabkan oleh kontak dengan suhu tinggi seperti api, air panas, listrik, bahan kimia dan radiasi, juga oleh sebab kontak dengan suhu rendah(frost-bite).
    2.Luka bakar(lepuh) disebabkan oleh kontak langsung antara anggota tubuhdengan faktor penyebab luka bakar seperti api, listrik, bahan kimia ataupunradiasi ( Effendi. C, 1999 ).
    3.Lepuh (blister), secara medik disebut vesicle, adalah kantong kecil di kulit berisi cairan serous dan diameternya <> 1 cm disebut bulat. Lepuh dapat terjadi karena gesekan atau masalah kesehatan lainnya menurut National Library of Medicine, Amerika.
Kontosio/memar
1. Memar adalah suatu keadaan dimana terjadi pengumpulan darah dalam jaringan yang terjadi sewaktu orang masih hidup, dikarenaakan pecahnya pembuluh darah kapiler akibat kekerasan benda tumpul.(Idris, 1997).
2. Memar ini menimbulkan daerah kebiru-biruan atau kehitaman pada kulit. Bila terjadi pendarahan yang cukup, timbulnya pendarahan didaerah yang terbatas disebut hematoma (Hartono Satmoko, 1993:191).
3.Menurut Dr. C K Giam dan Dr.  K C Teh. Di dalam bukunya yang berjudul Ilmu Kedokteran Olahraga (1993:191) Kontusio disebabkan karena suatu pukulan langsung pada kulit dan hanya mnyebabkan lecet pada kulit (menimbulkan daerah kebiru-biruan atau kehitaman) atau jaringan jaringan dibawahnya misanya otot.
Menurut saya:
 Kontusio (memar) adalah suatu jenis cedera pada jaringan biologis karena kerusakan kapiler darah yang menyebabkan darah merembes pada jaringan sekitarnya yang biasanya ditimbulkan oleh tumbukan benda tumpul.

Hematoma/lebam
1. Lebam adalah cedera yang disebabkan oleh benturan atau pukulan pada kulit. Jaringan di bawah permukaan kulit rusak dan pembuluh darah kecil pecah, sehingga darah dan cairan seluler merembes ke jaringan sekitarnya (Morgan, 1993: 63).2. Lebam ini menimbulkan daerah kebiru-biruan atau kehitaman pada kulit.Bila terjadi pendarahan yang cukup, timbulnya pendarahan didaerah yang terbatas disebut hematoma (Hartono Satmoko, 1993:191).Menurut 
saya : lebam, adalah cidera pada jaringan tubuh yang mengakibatkan rusaknya jaringan lunak, pecahnya pembuluh darah yang menyebabkan darah mengendap pada jaringan di sekitarnya (hematoma) dan tidak disertai dengan robeknya jaringan kulit.

  • Kram
    1. Menurut dokter Boy Zaghul Zaini : kram merupakan kontraksi tiba-tiba, singkat, yang sakit sekali pada otot atau kelompok otot. Kram justru sering terjadi pada orang yang sehat, khususnya selama atau setelah olahraga yang keras.
    2. Menurut Basoeki (2005) kram otot merupakan kontraksi otot tertentu yang berlebihan, terjadi secara mendadak tanpa disadari.3.Secara fisiologis yang dijelaskan di dalam buku Kesehatan Olahraga karya Gabe Mirkin M.D. dan  Marshall Hoffman  (1984 : 51) terjadinya kejang otot atau kram disebabakan karenakondisi udara yang dingin menyebabkan mekanisme pemanasan tubuh yang terganggu sehingga mengganggu aliran darah dalam tubuh.Menurut saya : Kram adalah tarikan pada otot, ligament atau tendon yang disebabkan oleh regangan (streech) yang berlebihan yang terjadi secara mendadak dan singkat, yang biasanya menimbulkan nyeri.
Cedera tingkat 2 (cedera sedang)


Pada cedera tingkat kerusakan jaringan lebih nyata berpengaruh pada performance atlet. Keluhan bias berupa nyeri, bengkak, gangguan fungsi (tanda-tanda inplamasi) misalnya: Strain Dan Sprain.






1.Strain


Menurut saya Strain adalah cidera otot atau tendon (urat).”Strain adalah cedera pada otot atau tendon yang membantu menggerakkan suatu sendi atau tulang”.
Pleifer,P.Ronald Dkk (2009:41).Sport First Aid Pertolongan Pertama Dan Pencegahan Cedera Olahraga. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Pleifer,P.Ronald Dkk (2009:41).Sport First Aid Pertolongan Pertama Dan Pencegahan Cedera Olahraga. Jakarta: Penerbit Erlangga.Menurut Giam dan Teh (1992), “Strain adalah kerusakan pada suatu bagian otot atau tendon karena penggunaan yang berlebihan ataupun stres yang berlebihan. 


2.Sprain


Menurut saya Sprain adalah cidera pada sendi yang melibatkan robeknya ligamen dan kapsul sendi.”Sprain adalah cedera pada ligamentum yang mengelilingi dan menopang suatu sendi”.
Pleifer,P.Ronald Dkk (2009:40).Sport First Aid Pertolongan Pertama Dan Pencegahan Cedera Olahraga. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Menurut Sadoso (1995: 11-14) “sprain adalah cedera pada ligamentum, cedera ini yang paling sering terjadi pada berbagai cabang olahraga.”
Giam & Teh (1993: 92) berpendapat bahwa “sprain adalah cedera pada sendi, dengan terjadinya robekan pada ligamentum, hal ini terjadi karena stress berlebihan yang mendadak atau penggunaan berlebihan yang berulang-ulang dari sendi.”

Cedera tingkat 3 (cedera berat)
    Pada cedera tingkat ini atlet perlu penanganan yang intensif, istirahat total dan mungkin perlu tindakan bedah jika terdapat robekan lengkap atau hamper lengkap ligament Seperti Dislokasi, Fracture tulang,
1.Dislokasi


Dislokasi merupakan suatu yang mana bagian yang ada pada tubuh terjadi pergeseran ataupun otot yang tidak ada pada posisi yang tepat:
1.Dislokasi terjadi bila sendi menjadi tidak sejajar, dislokasi dapat terjadi di semua sendi tetapi seringkali mengenai bahu, jari tangan, jari kaki, lutut, dan pergelangan kaki.
Pleifer,P.Ronald Dkk (2009:38).Sport First Aid Pertolongan Pertama Dan Pencegahan Cedera Olahraga. Jakarta: Penerbit Erlangga.
2.Arif Mansyur, (2000:1138) “dislokasi adalah Keluarnya (bercerainya)kepala sendi dari mangkuknya, dislokasi merupakan suatu kedaruratan yang membutuhkan pertolongan segera.
2.Fraktur (patah tulang)


Fraktur atau patah tulang merupakan suatu kejadian yang mana pada bagian tubuh utamanya adalah bagian otot baik bagian kecil ataupun besar nya yang terjadi pemaksaan tulang terhadap benturan antara benda ataupun jenis yang bisa membuat patah tulang
 1.Mirkin dan Hoffman (1984: 124-125)” adalah suatu keadaan yang mengalami keretakan, pecah atau patah, baik pada tulang maupun tulang rawan.
2.Back dan Marassarin, (1993:115) berpendapat bahwa “fraktur adalah terpisahnya kontinuitas tulang normal yang terjadi karena tekanan pada tulang yang berlebihan.


Cedera ke 4 (cedera lainnya)
    Cedera ini dikatakan berat akan tetapi cedera ini termasuk juga kategori ringan, ada yang cepat sembuh dan ada pula yang lama, tergantung pada parahnya cedera tersebut, misalnya Kejang, Shock, Dehidrasi, hipotermia, Pingsan, Koma, Mati suri, Stress dll.
1.Kejang

kejang merupakan suatu kejadian yang mana terjadi secara tidak di sadarai oleh siapapun akan tepapi kejang jika tidak di atasi maka akan menimbulkan datangnya penyakit berat.
1.Menurut Tikoalu J.R, (2009:78) “kejang adalah kejang yang timbul pada saat bayi atau anak mengalami demam akibat proses di luar intrakranial tanpa infeksi sistem saraf pusat. Kejang perlu diwaspadai karena dapat terjadi berulang dan dapat menyebabkan kerusakan sel-sel otak.”
2.Menurut Consensus Statement on Febrile Seizures (1980:112) “Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu (suhu rectal lebih dari 38oC) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium (diluar rongga kepala).”
2.Shock
Shock merupakan kondisi kritis akibat menurun nya darah secara tiba-tiba dalam aliran darah yang melalui tubuh.
Bruner & Suddarth, (2002:93) “Shock adalah suatu sindrom klinis akibat kegagalan akut fungsi sirkulasi yang menyebabkan ketidakcukupan perfusi jaringan dan oksigenasi jaringan, dengan akibat gangguan mekanisme homeostasis.”
Toni Ashadi, (2006) “Shock dapat didefinisikan sebagai gangguan system sirkulasi yang menyebabkan tidak adekuatnya perfusi  dan oksigenasi jaringan”.


3.Dehidrasi
Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang didapatkan sehingga tubuh tidak punya cukup cairan untuk menjalankan fungsi normalnya.
Lynda Jual Carpenito, (2000:57) Dehidrasi adalah keadaan dimana seseorang invididu yang tidak menjalani puasa mengalmai atau beresikMI mengalmai dehidrasi vaskuler, interstitial atau intra vaskuler.



4.Hipotermia
Hipotermia adalah suatu kondisi di mana inti suhu turun di bawah yang diperlukan untuk metabolisme dan fungsi tubuh yang didefinisikan sebagai. Suhu tubuh biasanya dikelola dekat tingkat konstan melalui homeostasis biologis atau thermoregulation.Hipotermia adalah suatu keadaan ketika bayi diletakkan di lingkungan yang lebih dingin dari suhu lingkungan netralnya, dan ketika bayi menggigil dapat meningkatkan penggunaan oksigen dan penggunaan glukosa untuk proses fisiologis (Ladewig, 2006, p.184)





.5.Pingsan
Pingsan adalah Kehilangan kesadaran ini diikuti dengan melemahnya kerja otot sehingga penderita jatuh. Pingsan disebabkan oleh aliran darah ke otak berkurang. Kekurangan aliran darah dimungkinkan oleh beberapa faktor, gagal jantung, pembuluh darah tidak mampu menjaga tekanan darah ke orak, tidak cukup darah,
Menurut Hidayat Toto 1997 :
-Penderita tidak menyahut bila dipanggil / ditanyai dan tidak bereaksi terhadap rangsangan (dicubit / ditusuk). Penderita terbaring tidak bergerak.-Nafas ada, denyut nadi teraba.

6.Mati Suri
Mati suri adalah keadaan saat usaha-usaha untuk menghidupkan kembali dilakukan sebelum seseorang menjadi hidup kembali. Pernapasan, detak jantung, dan fungsi spontan lainnya mungkin masih terjadi, tapi mereka hanya dapat dideteksi oleh sarana artifisial. Dengan alasan tertentu, adakalanya seorang dokter melakukan upaya untuk mencoba membuat jantung seseorang yang telah dianggap meninggal dunia kembali berdetak sehingga orang tersebut bisa dinyatakan hidup kembali. Keadaan tubuh seseorang yang mengalami mati suri secara klinis sama seperti orang meninggal.


7.Stress
Stres merupakan suatu kondisi yang disebabkan adanya ketidaksesuaian  antara situasi yang diinginkan dengan keadaan biologis, psikologis atau sistem sosial individu.Agolla dan Ongori (2009)  mendifinisikan stres sebagai persepsi dari kesenjangan antara tuntutan lingkungan dan kemampuan individu untuk memenuhinya.
Lazarus & Folkman, (1986) “stres adalah keadaan internal yang dapat diakibatkan oleh tuntutan fisik dari tubuh atau kondisi lingkungan dan sosial yang dinilai potensial membahayakan, tidak terkendali atau melebihi kemampuan individu untuk mengatasinya.”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar