SENJA
PANGESTU
1706104020084
1.
PENDIDIKAN KESEHATAN SEKOLAH
Berikut ini
defenisi/pengertian dari pendidikan, kesehatan, dan sekolah. Menurut beberapa
pakar para ahli :
Ø Pendidikan
- Bratanata dkk. Mengartikan
pendidikan sebagai usaha yang sengaja diadakan baik langsung maupun
dengan cara tidak langsung untuk membantu anak dalam perkembangannya
untuk mencapai kedewasaannya. (Ahmadi dan Uhbiyati 2007 : 69)
- Menurut Brown, bahwa
pendidikan adalah proses pengendalian secara sadar di mana
perubahan-perubahan di dalam tingkah laku dihasilkan di dalam diri orang
itu melalui di dalam kelompok. (Ahmadi, 2004 : 74)
- John Dewey mendefenisikan
pendidikan sebagai proses pembentukan kecakapan-kecakapan fondamental
secara intelektual dan emosional ke arah alam dan sesama manusia.
(Ahmadi dan Uhbiyati 2007 : 69)
Ø Kesehatan
- Kesehatan merupakan ilmu dan seni
tentang penyakit, cara memperpanjang kehidupan. Serta mempromosikan
kesehatan melalui upaya terorganisasi dari masyarakat. (Arista Eka
Prasetyawati, dr. M. kes 2011 : 17)
- Kesehatan merupakan suatu upaya
untuk menetapkan suatu komunitas yang mampu meningkatkan derajat-derajat
kesehatan masyarakat. (Dedi Alamsyah, Ratna Muliawati, 2013 : 11)
- Kesehatan adalah ilmu dan dengan
memcegah penyakit, memperpanjang kehidupan, dan meningatkan kesehatan
usaha-usahanya. (Idham Pontoh. Skm., M.kes 2013: 10)
Ø Sekolah
- Sekolah adalah bangunan atau
lembaga untuk belajar serta tempat, dan memberi pelajaran. (Daryanto
1997 : 544)
- Sekolah adalah suatu lembaga atau
tempat untuk belajar seperti membaca, menulis, dan belajar untuk
berprilaku yang baik. (Zanti Arbi dalam buku Made Pirdatu 1997 : 171)
- Sekolah adalah sistem interaksi sosial
suatu organisasi keseluruhan terdiri atas interaksi pribadi terkait
bersama dalam suatu hubungan organik. (Wayne dalam buku Soebagio
Atmodiworo, 2000 : 37)
2.
Masalah Aspek Kesehatan dan Prilaku Kesehatan
6 masalah kesehatan
terbesar di Indonesia masalah-masalah ini menjadi beban dan tantangan utama di
dunia kesehatan Indonesia. Berikut ini beberapa masalah kesehatan serta
mengatasinya.
1. Kematian
Ibu Akibat Melahirkan
Disebabkan oleh
kualitas pelayanan kesehatan ibu yang belum memadai. Menurut data, penyebab
utama yaitu hipertensi kehamilan dan perdarahan postpartum. Selain itu kondisi
yang sering kali menyebabkan kematian ibu adalah penanganan komplikasi, anemia,
diabetes, malaria, dan umur yang terlalu muda. Untuk penanggulani masalah ini,
pemerintah harus membangun puskesmas yang SOP diiringi peningkatan kualitas
pelayanannya. Pemerintah juga harus menemukan pola keaneka ragaman makanan
untuk gizi ibu hamil.
2. Kematian
Bayi, Balita, dan Remaja.
Penyebab kematian bayi
dan balita adalah pneumonia dan diare. Artinya, faktor lingkungan serta kondisi
ibu sebelum dan selama kehamilan sangat mempengaruhi kondisi bayi. Dalam 5
tahun terakhir angka kematian balita memang sudah mengalami penurunan namun
serupa dengan angka kematian ibu melahirkan kematian utama pada bayi dan balita
adalah inta unterine patal peace(lufn) dan berat bayi lahir rendah(BBLR)
sedangkan pada balita penyebab kematian utama yang dialami adalah diare.
Dan untuk remaja
penyebab kematian utama di samping kecelakaan transportasi adalah DPD dan
tuberkulosis umumnya ini disebabkan karena penggunaan tembakau atau rokok untuk
menanggulangi hal ini Pemerintah menerapkan pelaksanaan UKS.
3. Masalah kesehatan
jiwa
Berdasarkan data lebih dari 14 juta jiwa masyarakat Indonesia menderita
gangguan mental dan emosional sementara itu lebih dari 4000 orang menderita
gangguan jiwa berat untuk menanggulangi hal ini pemerintah memprioritaskan
perkembangan upaya-upaya kesehatan jiwa berbasis masyarakat (UK BM) yang ujung
temboknya adalah pukesmas.
4. Meningkatnya
penyakit menular
Masalah penyakit menular juga masih mendominasi dunia kesehatan
Indonesia pertama pemerintah adalah membasmi HIV, tuberculosis, malaria, dan
flu burung.
Untuk mengendalikan penyakit HIV pemerintah mengadakan sejumlah persiapan-persiapan yang mencakup tatalaksana pasien tenaga kesehatan pelayanan kesehatan dan laboratorium kesehatan sistem tersebut juga semakin di Ganjar kan karena banyaknya penyakit baru bermunculan.
Untuk mengendalikan penyakit HIV pemerintah mengadakan sejumlah persiapan-persiapan yang mencakup tatalaksana pasien tenaga kesehatan pelayanan kesehatan dan laboratorium kesehatan sistem tersebut juga semakin di Ganjar kan karena banyaknya penyakit baru bermunculan.
5. Meningkatnya masalah
gizi buruk
Saat ini ternyata masalah gizi di Indonesia masih sangat kompleks tidak hanya kekurangan gizi masalah Kelebihan gizi juga menjadi persoalan yang harus ditangani dengan serius.
Masalah ini paling fatal menyerang anak-anak karena pengangguran gangguan pertumbuhan yang serius ini bisa merusak masa depan mereka, apalagi jika satu tim terjadi lewat dari 100 hari dampak buruknya bisa sangat sulit diobati untuk mengatasi shooting pemerintah mengadakan program sosialisasi kepada masyarakat agar dididik untukmemahami fungsi gigi bagi ibu dan anak.
Saat ini ternyata masalah gizi di Indonesia masih sangat kompleks tidak hanya kekurangan gizi masalah Kelebihan gizi juga menjadi persoalan yang harus ditangani dengan serius.
Masalah ini paling fatal menyerang anak-anak karena pengangguran gangguan pertumbuhan yang serius ini bisa merusak masa depan mereka, apalagi jika satu tim terjadi lewat dari 100 hari dampak buruknya bisa sangat sulit diobati untuk mengatasi shooting pemerintah mengadakan program sosialisasi kepada masyarakat agar dididik untukmemahami fungsi gigi bagi ibu dan anak.
6. Meningkatnya
penyakit tidak menular
Dalam beberapa tahun ini penyakit ini menjadi beban utama.
Penyakit tidak menular yang paling banyak menyerang masyarakat meliputi hipertensi dalam militus kanker dan penyakit paru obstruktif kronik (ppok). Selain itu jumlah kematian akibat rokok juga terus meningkat strategi pemerintah dalam menanggulangi masalah ini adalah dengan melaksanakan pos pembinaan terpadu pengendalian penyakit tidak menular (posbindu PTM). Sebagai usaha monitor dan deteksi dini faktor resiko penyakit tidak mengerti masyarakat.
Dalam beberapa tahun ini penyakit ini menjadi beban utama.
Penyakit tidak menular yang paling banyak menyerang masyarakat meliputi hipertensi dalam militus kanker dan penyakit paru obstruktif kronik (ppok). Selain itu jumlah kematian akibat rokok juga terus meningkat strategi pemerintah dalam menanggulangi masalah ini adalah dengan melaksanakan pos pembinaan terpadu pengendalian penyakit tidak menular (posbindu PTM). Sebagai usaha monitor dan deteksi dini faktor resiko penyakit tidak mengerti masyarakat.
PRILAKU KESEHATAN
Perilaku kesehatan pada dasarnya adalah suatu respon seseorang terhadap stimulus yang berkaitan dengan sakit dan penyakit sistem pelayanan kesehatan makanan serta lingkungan perilaku kesehatan mencakup:
1. Perilaku seseorang terhadap sakit dan penyakit itu bagaimana manusia merespon baik secara pasif maupun aktif sehubung dengan sakit dan penyakit. perilaku ini dengan sendiri berhubungan dengan tingkat pencegahan penyakit:
A. Perilaku sehubungan dengan peningkatan dan pemeliharaan kesehatan misalnya makanan bergizi dan olahraga
B. perilaku pencegah penyakit
Memakai kelambu untuk mencegah malaria pemberian imunisasi termasuk juga berlaku untuk tidak menularkan penyakit kepada orang lain
C. Perilaku pencarian pengobatan
Bisalah usaha mengobati penyakit sendiri pengobatan di fasilitas kesehatan atau pengobatan ke fasilitas kesehatan tradisional.
-
Perilaku kesehatan pada dasarnya adalah suatu respon seseorang terhadap stimulus yang berkaitan dengan sakit dan penyakit sistem pelayanan kesehatan makanan serta lingkungan perilaku kesehatan mencakup:
1. Perilaku seseorang terhadap sakit dan penyakit itu bagaimana manusia merespon baik secara pasif maupun aktif sehubung dengan sakit dan penyakit. perilaku ini dengan sendiri berhubungan dengan tingkat pencegahan penyakit:
A. Perilaku sehubungan dengan peningkatan dan pemeliharaan kesehatan misalnya makanan bergizi dan olahraga
B. perilaku pencegah penyakit
Memakai kelambu untuk mencegah malaria pemberian imunisasi termasuk juga berlaku untuk tidak menularkan penyakit kepada orang lain
C. Perilaku pencarian pengobatan
Bisalah usaha mengobati penyakit sendiri pengobatan di fasilitas kesehatan atau pengobatan ke fasilitas kesehatan tradisional.
-
2. Perilaku terhadap
sistem pelayanan kesehatan.
Doaku ini mencakup respon terhadap fasilitas pelayanan, cara pelayanan petugas kesehatan dan obat-obatan
3. Perilaku terhadap makanan
Piraku ini mencakup pengetahuan persepsi sikap dan praktek terhadap makanan serta unsur-unsur yang terkandung di dalamnya pengolahan makanan dan lain sebagainya sehubungan dengan tubuh kita.
4. Perilaku terhadap lingkungan sehat
Perilaku ini adalah respon seseorang terhadap lingkungan sebagai salah satu determinan kesehatan manusia lingkungan perilaku ini seluas lingkup kesehatan lingkungan itu sendiri.
Perilaku kesehatan dapat diklasifikasikan menjadi 3 kelompok:
1. Perilaku pemeliharaan kesehatan
2. Perilaku pencarian dan penggunaan sistem atau fasilitas pelayanan kesehatan atau sering disebut dengan pencarian pengobatan.
3. Beri aku kesehatan lingkungan.
Doaku ini mencakup respon terhadap fasilitas pelayanan, cara pelayanan petugas kesehatan dan obat-obatan
3. Perilaku terhadap makanan
Piraku ini mencakup pengetahuan persepsi sikap dan praktek terhadap makanan serta unsur-unsur yang terkandung di dalamnya pengolahan makanan dan lain sebagainya sehubungan dengan tubuh kita.
4. Perilaku terhadap lingkungan sehat
Perilaku ini adalah respon seseorang terhadap lingkungan sebagai salah satu determinan kesehatan manusia lingkungan perilaku ini seluas lingkup kesehatan lingkungan itu sendiri.
Perilaku kesehatan dapat diklasifikasikan menjadi 3 kelompok:
1. Perilaku pemeliharaan kesehatan
2. Perilaku pencarian dan penggunaan sistem atau fasilitas pelayanan kesehatan atau sering disebut dengan pencarian pengobatan.
3. Beri aku kesehatan lingkungan.
3.
Batasan Tentang Sehat dan Kesehatan
Batasan sehat dan
kesehatan menurut UU kesehatan RI
Kesehatan adalah keadaan sejahtera badan jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.
1)Sehat sosial
Seseorang mampu berhubungan dengan orang lain secara baik,atau mampu berinteraksi dengan orang atau kelompok lain.tanpa membeda bedakan ras,suku,agama,dan kepercayaan,status sosial ekonomi dan politik.
2)Sehat dari aspek ekonomi
mempunyain pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi.
SEHAT DALAM ARTI YANG POSITIF
>Seseorang harus diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan kemampuan yang dibawa sejak lahir(potensial genetik) menjadi realitas fenotipik.
>Diprlukan kesempatan hidup dalam keseimbangan yang sehat dengan lingkungannya.
>Negara harus menjamin kehidupan yang sehat untuk setiap warga negaranya "from womb to tomb" melalui berbagai program pelayanan kesehatan.seperti KIA,KK,KES anak sekolah pikesmas,dll.
Kesehatan adalah keadaan sejahtera badan jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.
1)Sehat sosial
Seseorang mampu berhubungan dengan orang lain secara baik,atau mampu berinteraksi dengan orang atau kelompok lain.tanpa membeda bedakan ras,suku,agama,dan kepercayaan,status sosial ekonomi dan politik.
2)Sehat dari aspek ekonomi
mempunyain pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi.
SEHAT DALAM ARTI YANG POSITIF
>Seseorang harus diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan kemampuan yang dibawa sejak lahir(potensial genetik) menjadi realitas fenotipik.
>Diprlukan kesempatan hidup dalam keseimbangan yang sehat dengan lingkungannya.
>Negara harus menjamin kehidupan yang sehat untuk setiap warga negaranya "from womb to tomb" melalui berbagai program pelayanan kesehatan.seperti KIA,KK,KES anak sekolah pikesmas,dll.
-Sehat fisik
-Tidak merasa sakit dan memang secara klinis tidak sakit.
-Semua organ tubuh normal dan berfungsi normal.
-Tidak ada gangguan fungsi tubuh.
Sehat mental(jiwa) mencakup sehat: pikiran,emosional dan spritual
-Sehat pikiran :Tercermin dari cara berpikir seseorang, yakni mampu berpikir logis(masuk akal) atau berpikir secara runtut.
-Sehat spritual : Tercermin dari cara seseorang mengekspresikan rasa syukur,pujian atau penyembahan terhadap sang pencipta alam dan seisinya,yang dapat dilihat dari praktek keagamaan atau kepercayaan serta perbuatan baik yang sesuai dengan norma-norma masyarakat.
-Tidak merasa sakit dan memang secara klinis tidak sakit.
-Semua organ tubuh normal dan berfungsi normal.
-Tidak ada gangguan fungsi tubuh.
Sehat mental(jiwa) mencakup sehat: pikiran,emosional dan spritual
-Sehat pikiran :Tercermin dari cara berpikir seseorang, yakni mampu berpikir logis(masuk akal) atau berpikir secara runtut.
-Sehat spritual : Tercermin dari cara seseorang mengekspresikan rasa syukur,pujian atau penyembahan terhadap sang pencipta alam dan seisinya,yang dapat dilihat dari praktek keagamaan atau kepercayaan serta perbuatan baik yang sesuai dengan norma-norma masyarakat.
4.
Manfaat Pendidikan Kesehatan
Manfaat
Pendidikan Kesehatan, proses membuat orang mampu meningkatkan kontrol dan
memperbaiki kesehatan individu. Kesempatan yang direncanakan untuk individu,
kelompok atau masyarakat agar belajar tentang kesehatan dan melakukan
perubahan-peubahan secara suka rela dalam tingkah laku individu. Selain
itu untuk mencapai derajat kesehatan yang sempurna, baik fisik, mental dan
social, maka masyarakat harus mampu mengenal dan mewujudkan aspirasinya,
kebutuhannya, dam mampu mengubah atau mengatasi lingkungannya.
5. Kebugaran Jasmani
Kebugaran jasmani,
kemampuan untuk melaksanakan aktivitas maupun dalam bentuk fisik, kekuatan dan
daya tahan, dalam melakukan aktifitas kehidupan sehari-hari.
Contohnya :
- joging pagi hari lalu berangkat
kerja hingga pulang sore hari lalu olahraga kembali bermain bola
lalu lanjut bermain voli.
- bermain bola 90 menit tanpa
diganti.
Manfaatnya :
- Terhindar dari obestitas
- Terhindar dari serangan jantung
- Dapat terhindar dari resiko diabetes
- Menurunan kolestrol
- dll
6.
Falsafah Pendidikan Jasmani
Falsafah adalah ilmu
kemanusian yang berusaha mencapai kebenaran yang nyata (Rubinson, 1987 : 35)
Pendidikan jasmani
merupakan suatu bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan umum. Lewat program
penjas dapat diupayakan peranan pendidikan untuk mengembangkan kepribadian
individu. Tanpa penjas, proses pendidikan di sekolah akan pincang.
Sumbangan nyata
pendidikan jasmani adalah untuk mengembangkan keterampilan (psikomotor). Karena
itu posisi pendidikan jasmani menjadi unik, sebab berpeluang lebih banyak dari
mata pelajaran lainnya untuk membina keterampilan. Hal ini sekaligus
mengungkapkan kelebihan pendidikan jasmani dari pelajaran-pelajaran lainnya.
Jika pelajaran lain lebih mementingkan pengembangan intelektual, maka melalui
pendidikan jasmani terbina sekaligus aspek penalaran, sikap dan keterampilan.
Ada tiga hal penting
yang bisa menjadi sumbangan unik dari pendidikan jasmani, yaitu:
- meningkatkan kebugaran jasmani dan
kesehatan siswa,
- meningkatkan terkuasainya
keterampilan fisik yang kaya, serta
- meningkatkan pengertian siswa dalam
prinsip-prinsip gerak serta bagaimana menerapkannya dalam praktek.
7.
Pengetahuan tentang peyakit
- Penyakit adalah gejala
peristiwa yang sudah mempunyai rasa sakit, dan berkelanjuta. atau orang
penyakit sudah tau penyakitnya.
- Sakit, suatu gejala peristiwa
yang tidak diinginkan seseorang tetapi terjadi tanpa diduga. Sedangkan
orang sakit belum tau penyakitnya apa.
Sakit adalah persepsi
seseorang bila merasa kesehatannya terganggu. Penyakit adalah proses fisik dan
patofisiologis yang sedang berlangsung dan dapat menyebabkan keadaan tubuh atau pikiran menjadi abnormal.
Sakit dan penyakit itu beda.
Seseorang dapat agak merasa sehat (tidak ada sakit maupun penyakit), namun jika
merasa tak sehat, itulah sakit.
Dengan cara serupa, seseorang yang
fisiknya tidak sehat bisa mengidap penyakit, namun jika merasa sepenuhnya
sehat, mereka tidak sehat. Orang dapat mengidap tekanan darah tinggi yang berbahaya, maupun ancaman serangan jantung maupun stroke yang fatal, meskipun masih
merasa sehat.
8.
Kesehatan Mental
Menurut Dr. Jalaluddin
dalam bukunya “Psikologi Agama” bahwa:
“Kesehatan mental
merupakan suatu kondisi batin yang senantiasa berada dalam keadaan tenang, aman
dan tentram, dan upaya untuk menemukan ketenangan batin dapat dilakukan antara
lain melalui penyesuaian diri secara resignasi (penyerahan diri sepenuhnya
kepada Tuhan)”.
Sedangkan menurut paham
ilmu kedokteran, kesehatan mental merupakan suatu kondisi yang memungkinkan
perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan
perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain.
Zakiah Daradjat
mendefenisikan bahwa mental yang sehat adalah terwujudnya keserasian yang
sungguh-sungguh antara fungsi-fungsi kejiwaan dan terciptanya penyesuaian diri
antara individu dengan dirinya sendiri dan lingkungannya berdasarkan keimanan
dan ketakwaan serta bertujuan untuk mencapai hidup bermakna dan bahagia di
dunia dan akhirat. Jika mental sehat dicapai, maka individu memiliki integrasi,
penyesuaian dan identifikasi positif terhadap orang lain. Dalam hal ini,
individu belajar menerima tanggung jawab, menjadi mandiri dan mencapai
integrasi tingkah laku.
Istilah “KESEHATAN
MENTAL” di ambil dari konsep mental hygiene. Kata mental di ambil dari bahasa
Yunani, pengertiannya sama dengan psyche dalam bahasa latin yang artinya
psikis, jiwa atau kejiwaan. Jadi istilah mental hygiene dimaknakan sebagai kesehatan
mental atau jiwa yang dinamis bukan statis karena menunjukkan adanya usaha
peningkatan. (Notosoedirjo & Latipun,2001:21).
Zakiah
Daradjat(1985:10-14) mendefinisikan kesehatan mental dengan beberapa pengertian
:
1. Terhindarnya orang
dari gejala – gejala gangguan jiwa (neurose) dan dari gejala – gejala penyakit
jiwa(psychose).
2. Kemampuan untuk
menyesuaikan diri dengan diri sendiri, dengan orang lain dan masyarakat serta
lingkungan dimana ia hidup.
3. Pengetahuan dan
perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan dan memanfaatkan segala potensi,
bakat dan pembawaan yang ada semaksimal mungkin, sehingga membawa kepada
kebahagian diri dan orang lain; serta terhindar dari gangguan – gangguan dan
penyakit jiwa.
4. Terwujudnya
keharmonisan yang sungguh – sungguh antara fungsi – fungsi jiwa, serta
mempunyai kesanggupan untuk menghadapi problem – problem biasa yang terjadi,
dan merasakan secara positif kebahagian dan kemampuan dirinya.
9. Pendekatan Pendidikan Kesehatan
Pendidikan kesehatan
pada hakikatnya adalah satu kegiatan atau usaha untuk menyampaikan pesan
kesehatan kepada masyarakat, kelompok atau individu. Denganharapan bahwa dengan
adanya pesan tersebut, masyarakat, kelompok atau individu dapat memperoleh
pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik. Akhirnya pengetahuan tersebut
diharapkan dapat berpengaruh terhadap perilakunya. Dengan kata lain, dengan
adanay pendidikan tersebut dapat membawa akibat terhadap perubahan perilaku
sasaran. Beberapa metode pendidikan kesehatan, diantaranya:
Metode pendidikan
Individu (perorangan) Promkes: metode pendidikan bersifat individual digunakan
untuk membina perilaku baru/membina seseorang yang mulai tertarik pada
perubahan perilaku/inovasi.
Metode Pendidikan
Kelompok Memilih metode pendidikan kelompok yang harus diingat: – Besarnya
kelompok sasaran – Tingkat pendidikan formal sasaran – Kelompok besar metode
lain dengan kelompok kecil – Efektivitas metode juga tergantung pada besarnya
sasaran pendidikan . dll
Umumnya bentuk pendekatan
(cara) massa ini tidak langsung, biasanya menggunakan/ melalui media massa.
Contoh metode yang cocok untuk pendekatan massa:
Ceramah umum (public
speaking) Pada acara-acara tertentu misalnya, pada Hari Kesehatan Nasional,
menteri kesehatan atau pejabat kesehatan lainnya berpidato di hadapan
masyarakat untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan. Safari KB juga merupakan
salah satu bentuk pendekatan massa.
Pidato-pidato/diskusi
tentang kesehatan melalui media elektronik, TV, radio, merupakan bentuk pendidikan
kesehatan massa.
Simulasi, dialog
pasien-dokter atau petugas kesehatan lainnya tentang penyakit/masalah kesehatan
di media massa merupakan pendekatan pendidikan kesehatan massa. Contoh: –
Praktek Dr. Herman Susili di TV tahun 1980-an – Sinetron Dr. Sartika dalam
acara TV tahun 1990-an – Tulisan-tulisan di majalah atau koran, dalam bentuk
artikel/Tanyajawab/ konsultasi tentang kesehatan dan penyakit – Billboard
dipasang dipinggir jalan, spanduk, poster dan sebagainya.
10. Proses Pendidikan bagi Hidup Sehat
Proses pendidikan
kesehatan juga mengikuti proses pendidikan seperti yang tertulis pada artikel
sebelumnya, dan unsur-unsurnya pun sama. Yang bertindak selaku pendidik
kesehatan di sini adalah semua petugas kesehatan dan siapa saja yang berusaha
untuk mempengaruhi individu atau masyarakat guna meningkatkan kesehatan mereka.
Karena itu individu, kelompok ataupun masyarakat, di samping dianggap sebagai
sasaran (obyek) pendidikan, juga dapat berlaku sebagai subyek (pelaku)
pendidikan kesehatan masyarakat apabila mereka diikut-sertakan di dalam usaha
kesehatan masyarakat.
Yang diartikan anak
didik atau sasaran pendidikan adalah masyarakat atau individu, baik yang sakit
maupun yang tidak/belum sakit, baik anak-anak maupun orang dewasa, baik
masyarakat yang non-educated maupun yang educated, baik masyarakat awam maupun
petugas kesehatan. Hal ini akan tergantung pada tingkat dan tujuan pendidikan
yang diberikan. Adapun yang dimaksud materi pendidikan kesehatan di sini adalah
ilmu kesehatan dan ilmu-ilmu lain yang berhubungan dengan tingkah laku manusia.
Mengingat sasaran
pendidikan meliputi berbagai lapisan masyarakat, baik vertikal maupun
horisontal, maka materi pendidikan kesehatan harus disusun sedemikian rupa
sehingga sesuai dengan tingkat perkembangan dan pengetahuan masyarakat sasaran.
Memberikan pendidikan
kesehatan kepada anak-anak berbeda dengan memberikan pendidikan kesehatan
kepada orang dewasa; memberikan pendidikan kepada masyarakat terpelajar berbeda
dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat yang tidak
berpendidikan. Dengan demikian maka materi pendidikan yang diberikan kepada
masyarakat awam berbeda dengan yang diberikan kepada petugas-petugas kesehatan.
Untuk para petugas kesehatan yang dipentingkan adalah pemberian materi yang
berhubungan dengan tingkah laku, metode-metode pendidikan, cara-cara
berkomuni¬kasi dan sebagainya, dan bukan ilmu kesehatannya.
Lingkungan pendidikan
kesehatan juga mengikuti Pusat Pendidikan, yaitu:
Pendidikan kesehatan di
dalam keluarga yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab para orang tua (ayah dan
ibu). Tugas pendidikan kesehatan di dalam keluarga lebih menitik-beratkan pada
penanaman kebiasaan-kebiasaan, norma-norma, dan sikap hidup sehat.
Pendidikan kesehatan di
dalam sekolah, adalah tanggung jawab para guru di sekolah. Hal ini terwujud
dalam Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Tujuan pendidikan kesehatan di sekolah, di
samping melanjutkan penanaman kebiasaan dan norma-norma hidup sehat kepada
murid, juga memberikan pengetahuan kesehatan.
Pendididkan kesehatan
di masyarakat, yang dapat dilakukan melalui berbagai lembaga dan organisasi
masyarakat.
11.
Pengembangan PBM Pendidikan Kesehatan
Pendidikan tidak lepas
dari proses belajar. Belajar adalah usaha untuk menguasai segala sesuatu yang
berguna untuk hidup. Menurut Gagne (1984: ) belajar didefinisikan sebagai suatu
proses dimana suatu organisme berubah perilakunya akibat suatu pengalaman.
Galloway dalam Toeti Soekamto (1992: 27) mengatakan belajar merupakan suatu
proses internal yang mencakup ingatan, retensi, pengolahan informasi, emosi dan
faktor-faktor lain berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya. Sedangkan
Morgan menyebutkan bahwa suatu kegiatan dikatakan belajar apabila memiliki tiga
ciri-ciri sebagai berikut.
1. Belajar adalah
perubahan tingkahlaku
2. Perubahan terjadi
karena latihan dan pengalaman, bukan karena pertumbuhan.
3. Perubahan tersebut
harus bersifat permanen dan tetap ada untuk waktu yang cukup lama.
- Perilaku Kesehatan
Dari batasan ini perilaku kesehatan dapat diklasifikan menjadi 3 kelompok:
1. Perilaku Pemeliharaan Kesehatan (health maintenance)
Adalah perilaku atau usaha-usaha seseorang untuk memelihara atau menjaga kesehatan agar tidak sakit dan usaha untuk penyembuhan bilamana sakit. Oleh sebab itu perilaku pemeliharaan kesehatan ini terdiri dari 3 aspek :
a. Perilaku pencegahan penyakit, dan penyembuhan penyakit bila sakit, serta pemulihan kesehatan bilamana telah sembuh dari penyakit.
b. Perilaku peningkatan kesehatan, apabila seseorang dalam keadaan sakit.
c. Perilaku gizi (makanan dan minuman).
2. Perilaku Pencarian
dan Penggunaan Sistem atau Fasilitas Pelayanan Kesehatan atau Sering disebut
Perilaku Pencarian pengobatan (Heath Seeking Behavior).
Adalah menyangkut upaya atau tindakan seseorang pada saat menderita dan atau kecelakaan. Tindakan atau perilaku ini dimulai dari mengobati sendiri (self treatment) sampai mencari pengobatan ke luar negeri.
Adalah menyangkut upaya atau tindakan seseorang pada saat menderita dan atau kecelakaan. Tindakan atau perilaku ini dimulai dari mengobati sendiri (self treatment) sampai mencari pengobatan ke luar negeri.
3. Perilaku Kesehatan
Lingkungan
Adalah bagaimana seseorang merespon lingkungan, baik lingkungan fisik maupun sosial budaya dan bagaimana, sehingga lingkungan tersebut tidak mempengaruhi kesehatannya. Seorang ahli lain (Becker, 1979) membuat klasifikasi lain tentang perilaku kesehatan ini.
a. Perilaku hidup sehat.
Adalah perilaku –perilaku yang berkaitan dengan upaya atau kegiatan seseorang untuk mempertahankan dan meningkatikan kesehatannya. Perilaku ini mencakup antar lain :
1) Menu seimbang
2) Olahraga teratur
3) Tidak merokok
4) Tidak minum-minuman keras dan narkoba
5) Istirahat yang cukup
6) Mengendalian stress
7) Perilaku atau gaya hidup lain yang positif bagi kesehatan
Adalah bagaimana seseorang merespon lingkungan, baik lingkungan fisik maupun sosial budaya dan bagaimana, sehingga lingkungan tersebut tidak mempengaruhi kesehatannya. Seorang ahli lain (Becker, 1979) membuat klasifikasi lain tentang perilaku kesehatan ini.
a. Perilaku hidup sehat.
Adalah perilaku –perilaku yang berkaitan dengan upaya atau kegiatan seseorang untuk mempertahankan dan meningkatikan kesehatannya. Perilaku ini mencakup antar lain :
1) Menu seimbang
2) Olahraga teratur
3) Tidak merokok
4) Tidak minum-minuman keras dan narkoba
5) Istirahat yang cukup
6) Mengendalian stress
7) Perilaku atau gaya hidup lain yang positif bagi kesehatan
b. Perilaku Sakit
Mencakup respon seseorang terhadap sakit dan penyakit. Persepsinya terhadap sakit, pengetahuan tentang penyebab dan gejala penyakit, pengobatan penyakit dan sebagainya, dsb.
Mencakup respon seseorang terhadap sakit dan penyakit. Persepsinya terhadap sakit, pengetahuan tentang penyebab dan gejala penyakit, pengobatan penyakit dan sebagainya, dsb.
c. Perilaku peran sakit
(the sick role behavior)
Perilaku ini mencakup:
1) Tindakan untuk memperoleh kesembuhan
2) Mengenal/mengetahui fasilitas atau sasaran pelayanan penyembuhan penyakit yang layak.
3) Mengetahui hak (misalnya: hak memperoleh perawatan, dan pelayanan kesehatan).
Perilaku ini mencakup:
1) Tindakan untuk memperoleh kesembuhan
2) Mengenal/mengetahui fasilitas atau sasaran pelayanan penyembuhan penyakit yang layak.
3) Mengetahui hak (misalnya: hak memperoleh perawatan, dan pelayanan kesehatan).
12.
Peran Guru dalam Progam Kesehatan
Perilaku hidup sehat
adalah perilaku-perilaku atau kegiatan yang berkaitan dengan upaya
mempertahankan dan meningkatkan kesehatan. Penelitian ini berupaya
mengungkapkan bagaimanakah peran guru dalam membina perilaku hidup sehat siswa
melalui pendidikan kesehatan sekolah. Institusi sekolah sebagai lingkungan pendidikan formal, dipercaya akan
membentuk perilaku dan pola pikir peserta didik. Sehingga untuk menanamkan
perilaku hidup bersih dan sehat di kalangan peserta didik, maka mutlak untuk
dilakukan sejak dini. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mencanangkan
konsep sekolah sehat atau Health Promoting School. Program sekolah sehat itu
menitikberatkan pada upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif
dalam meningkatkan derajat kesehatan peserta didik.
13.
Peran Masyarakat dalam Program Kesehatan
Masyarakat
berpartisipasi masyarakat adalah ikut sertanya seluruh anggota masyarakat dalam
memecahkan permasalahan-permasalahan masyarakat tersebut. Di dalam hal ini,
masyarakat sendirilah yang aktivf memikirkan,merencanakan,melaksanakan,dan
mengevalluasi program-program kesehatan masyarakat. Institusi
kesehatan hanya sekedar memotivasi dan memberikan bimbingan kepada masyarakat.
Di dalam partisipasi
masyarakat dituntut suatu kontribusi bukan hanya dalam hal dana atau financial
tapi dapat juga berbentuk daya(tenaga),dan ide(pemikiran).dalam hal ini dapt di
wujudkan dengan 4M yakni Manpower,Money,Material,Mind. Bukan hanya itu saja
peran atau partisipasi masyarakat ada juga elemen-elemen partisipasi masyarakat
adalah sebagai berikut :
a. Motivasi
Persyaratan utama
masyarakat untuk berpartisipasi adalah motivasi. Tanpa motivasi masyarakat akan
sulit berpartisipasi disegala program. Timbulnya motivasi harus dari masyarakat
itu sendiri sedangkan pihak luar hanya merangsang saja. Untuk itu maka
pendidikan kesehatan sangat dperlukan dalam rangka merangsang tumbuhnya
motivasi.
b. Komunikasi
Suatu komunikasi yang
baik adalah yang dapat menyampaikan pesan, ide dan informasi yang benar untuk
masyarakat. Media massa seperti TV,radio,poster,film,dan sebagainya. Sebagian
adalah dipandang sangat efektif untuk menyampaikan pesan yang akhirnya dapat
menimbulkan partisipasi.
c. Kooperasi
Kerja sama dengan
instansi-instansi di luar kesehatan masyarakat untuk menjalin team work antara
masyarakat dan instansi lain agar masyarakat mampu menumbuhkan keinginan
berpartisipasi.
d. Mobilisasi
Partisipasi itu bukan
hanya terbatas pada tahap pelaksanaan program. Partisipasi masyarakat dapat
dimulai sedini mungkin, dari identifikasi masalah, menentukan
prioritas,perencanaan program, pelaksanaan sampai dengan monitoring dan
program. Tidak hanya terbatas pada bidang kegiatan saja melainkan bersifat
multidisiplin untuk melakukan suatu perubahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar